 |
| source : google |
SEMUT
Menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa
henti-hentinya, binantang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk
bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Memikul sesuatu
yang lebih besar dari badannya, meskipun sesuatu itu tidak berguna baginya. Dalam
surat Al-Naml diuraikan sikap Firaun yang memiliki kekuasaan yang tidak
dimiliki oleh seorang manusia pun sebelum dan sesudahnya.
BALA-BALA. Eh,
LABA-LABA
Sarangnya
adalah tempat yang paling rapuh, ia bukan tempat yang aman, apa pun yang
berlindung disana akan binasa karena disergapnya. Jangankan serangga yang tidak
sejenis, jantannya pun setelah selesai berhubungan seks disergap oleh betina.
Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan.
LEBAH
Sarangnya
dibuat segi enam, bukan lima atau empat, agar tidak terjadi pemborosan lokasi.
Yang dimakannya adalah kembang-kembang dan tidak seperti semut yang menumpukkan
makanannya dan hasil olahannya adalah lilin dan madu yang sangat bermanfaat
buat manusia. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, dan segala yang
tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali yang
mengganggunya bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.
“budaya semut”
Menghimpun
dan menumpuk ilmu tanpa mengolahnya dan materi tanpa disesuaikan dengan
kebutuhannya. Pemborosan adalah anak kandung budaya semut.
“budaya laba-laba”
Tidak
lagi butuh berpikir apa, dimana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka
pikirkan adalah “siapa yang akan mereka jadikan mangsa”.
Nabi
saw, mengibaratkan seseorang mukmin sebagai seekor lebah, sesuatu yang tidak
merusak dan juga tidak menyakitkan. Tidak makan kecuali yang baik, tidak
menghasilkan kecuali yang bermanfaat, dan jika menimpa sesuatu tidak merusak
atau memecahkannya.
(source : penjelasan budeku aka Siti Sarah )
-
Timurni, yang ingin belajar dari seekor semut, laba-laba, dan lebah.
-
Tulisan ini dibuat tanggal 29 Maret 2011
at 21:56