Beberapa hari lalu aku baru mendapatkan cerita dari seorang teteh yang baru-baru ini bekerja di Yayasan Anak Kanker Indonesia .Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.(Q.S. Ali Imran 185)
Aku baru tahu bahwa ternyata di rumah sakit ada sekolah.
Aku melihat foto-fotonya.
Sekolah itu nampak sama dengan sekolah-sekolah umum untuk anak. Penuh warna yang menggambarkan keceriaan . Ah, semoga saja begitu. Semoga mereka selalu bahagia, semoga sakit tak merampas keceriaan masa kanak-kanak mereka.
Tubuh mungil itu diuji dengan leukimia, kanker retina, jantung, ginjal, bahkan ada yang mengidap penyakit langka. Hanya 2 di Indonesia. Itu pun 1 orang lagi telah meninggal. Betapa Allah menyayangi kalian nak :')
"Ketika tahu bahwa anak saya divonis kanker, rasanya semua kendaraan yang melaju di jalan raya menabraki saya", begitu ujar seorang ibu.
Ya Rabb, kuatkan ibu-ibu mereka.
Entah jika aku yang diuji dengan itu. Dengan anak tersayang yang diuji sakit seperti mereka. Apakah aku siap? Apakah aku ikhlas menerimanya?
Karena ada ibu lainnya yang melarikan diri ketika anaknya divonis kanker. Ya, dia meninggalkan anaknya. Ya Ghafuur, ampuni ibu itu yang menelantarkan amanah dariMu, darah dagingnya sendiri.
Sedangkan ayahnya menjadi gila.
Sebut saja nama anak itu Mawar (kenapa selalu Mawar?), anak itu sudah kehilangan satu matanya, kankernya sudah sampai otak. Omnya yang baik hati mau merawatnya, padahal kerjanya hanya serabutan. Allah, Engkaulah yang menggerakan setiap hati.
Hati? Sifat hati itu mudah dibolak balik. Hingga akhirnya rasa lelah pun menghampiri .
Setelah menghabiskan uang puluhan juta omnya bilang
"saya capek, saya juga ingin melanjutkan hidup"
Semua pengobatan Mawar dihentikan.
"Om.., om shalat kan?"
"Om.. percaya Tuhan kan?"
"Kalau om melakukan itu sama saja om membunuh Mawar pelan-pelan"
Lalu bagaimana dengan Mawar sendiri? Ketika ditanya
"Mawar mau pulang?"
Anak itu hanya menjawab, "Iya, kasian omnya. Omnya udah capek ngurusin Mawar"
Teteh.. Timurni iri sama teteh..
Jadi bahan tafakur setiap harinya.
Teteh dekat dengan mereka, memberi semangat, memberi dorongan.
Ah, betapa kita dekat sekali dengan kematian :')
Tapi ada yang sembuh kok.
Aku ceritakan salah satunya saja yaa. Sepertinya jika aku menceritakan semua kisah yang aku dapat di hari itu akan panjang sekali.
Jadi ada seorang anak yang mengidap kanker.
Orang tuanya hanya memiliki uang 10jt. Sedangkan biaya pengobatan sekali mencapai 3jt rupiah. Itu artinya 10jt hanya bisa untuk 3kali pengobatan .
Orang tua itu memilih untuk menyedekahkan semua uangnya.
Dan kalian tahu? Anak itu SEMBUH TOTAL !
Subhanallah, keajaiban sedekah :')
Kalian tau ngga donatur di yayasan itu kebanyakan orang budha loh.
Kenapa? Karena mereka mengerti rumus sedekah.
Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima.
Udah dulu yaaaa..
jya nee..
Semoga bermanfaat ^^
Bandung,
kamis 10 januari 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar