Minggu, 26 Mei 2013

C2S #Part 2


 
Onk
Aku mengajak Dhini ke perpustakaan umum untuk meredam sedikit rasa kecewanya karena batal ke toko buku. Disana kami bukannya membaca namun saling menopang dagu. Duduk menerawang jauh ke luar jendela.
“Kira-kira Sanu suka sama gue gak ya?”
“Eh? Lo masih suka dia, Dhin?”
“Iya, lagi suka-sukanya. Ah, bisa gila gue. Emang lo udah gak suka Andi, Cha?”
“Masih lah.”
“Hm... gimana kalo kita jadi informan? Gue cari tau tentang Andi, lo cari tau tentang Sanu. Deal? Ayolah... gue penasaran dia suka gue apa enggak.”
“Enggak. Enggak. Itu konyol. Gue gak mau. Titik! Tik tik.”

*******

C2S #part 1



C2S

we r Onk :)
Senja hampir turun namun siswa siswi Sakura Senior High School masih saja terlihat sibuk. Derap kaki anak-anak paskibra, pantulan bola basket, jerit manja para cheerleaders. Tidak sedikit juga yang menghabiskan waktu di sekolah hanya untuk main-main.
“Onk.. main True or Dare yuk”, ideku.
“Boleh..siapa takut?”, empat anak Onk lainnya menyanggupi.
Onk adalah nama persahabatan kami. Terlahir begitu saja saat kelas sepuluh satu dulu. Awalnya hanya keisengan Martha, teman kami yang paling cantik dan kalem itu selalu menambahkan nama kami dengan kata Onk. Tanpa makna memang. Tapi dari sana lahirlah Dhionk, Putronk, Nionk, Marthonk, dan aku Tichonk. Membuatku tertawa geli.

*******

Selasa, 21 Mei 2013

Semut, Laba-Laba, dan Lebah


 
source : google

SEMUT
Menghimpun  makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya, binantang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Memikul sesuatu yang lebih besar dari badannya, meskipun sesuatu itu tidak berguna baginya. Dalam surat Al-Naml diuraikan sikap Firaun yang memiliki kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorang manusia pun sebelum dan sesudahnya.

BALA-BALA. Eh, LABA-LABA
Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh, ia bukan tempat yang aman, apa pun yang berlindung disana akan binasa karena disergapnya. Jangankan serangga yang tidak sejenis, jantannya pun setelah selesai berhubungan seks disergap oleh betina. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan.

LEBAH
Sarangnya dibuat segi enam, bukan lima atau empat, agar tidak terjadi pemborosan lokasi. Yang dimakannya adalah kembang-kembang dan tidak seperti semut yang menumpukkan makanannya dan hasil olahannya adalah lilin dan madu yang sangat bermanfaat buat manusia. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, dan segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali yang mengganggunya bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.


“budaya semut”
Menghimpun dan menumpuk ilmu tanpa mengolahnya dan materi tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya. Pemborosan adalah anak kandung budaya semut.


“budaya laba-laba”
Tidak lagi butuh berpikir apa, dimana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka pikirkan adalah “siapa yang akan mereka jadikan mangsa”.

Nabi saw, mengibaratkan seseorang mukmin sebagai seekor lebah, sesuatu yang tidak merusak dan juga tidak menyakitkan. Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, dan jika menimpa sesuatu tidak merusak atau memecahkannya.


(source : penjelasan budeku aka Siti Sarah 
)

-          Timurni, yang ingin belajar  dari seekor semut, laba-laba, dan lebah.
-          Tulisan ini dibuat tanggal 29 Maret 2011 at 21:56

Puisi Zehra


Cover novel cinta yang terlambat

Jangan katakana kau tak penting
Itu sungguh tidak benar
Fakta bahwa kau lahir
Merupakan bukti, Tuhan mempunyai suatu rencana buatmu

Jalan mungkin tampak kabur saat ini
Tapi suatu hari kau akan melihat
Bahwa semua yang ada sebelumnya
Sungguh-sungguh direncanakan

Tuhan menulis kitab kehidupanmu
Yang mesti kau ketahui
Tiap hari kala kau hidup
Tertulis jauh sebelumnya

Tuhan hanya menulis kitab yang paling laris
Karenanya banggalah akan dirimu
Peranmu penting
Dalam kitab ini kaulah sang “Bintang”

Nikmatilah novel sebagaimana bunyinya
Ia akan berlaku abadi
Nikmati setiap bab selagi kau membaca
Luangkan waktu untuk membalik seluruh halaman


(puisi Zehra dalam novel cinta yang terlambat)