Tak terasa hanya dalam hitungan jam kita bisa berjumpa dengan Ramadhan. Dia yang begitu dikagumi banyak orang. Dia yang kata orang amat sangat bermurah hati. Dia yang mampu menaklukkan hawa nafsu banyak orang. Dia yang mengalahkan ego setiap orang untuk menjadi lebih pemaaf dan penyantun. Dia yang dengan mudahnya menggiring langkah kaki setiap insan untuk merapat dalam barisan di rumahNya yang megah.
Marhaban ya Ramadhan..
Aku harap nafasku sampai untuk menyambutmu dengan senyum termanis yang aku miliki.
Kupejamkan mata dan biarkan memory berputar mundur. Dengan begitu aku bisa melihatnya, melihat diriku dengan jemari dan bibir yang masih mungil. Ya, itu diriku yang masih kecil. Yang masih asing dengan ramadhan. Aku ikut bangun saat orang-orang sahur. Begitu pun saat orang berbuka. Aku turut makan dan minum dengan lahapnya.
