"Kalau kamu ngasih jawaban ke temen-temen kamu itu artinya kamu nggak sayang sama mereka"
"Kamu tau nggak setiap satu jawaban yang kamu kasih itu sama dengan kamu memberi satu batu neraka ke mereka"
"Kamu tau nggak setiap satu jawaban yang kamu kasih itu sama dengan kamu memberi satu batu neraka ke mereka"
"yang dicontek atau nyontek sama aja dosanya"
"Nilai itu bukan hanya untuk saat ini, tapi untuk di masa mendatang pun dipakai. Kamu bayangin nanti pekerjaan kamu ngga berkah, uang yang kamu dapat nggak berkah, kamu ngasih makan anak-anak kamu dengan uang yang nggak berkah. Bagaimana mereka akan tumbuh dengan baik?"
"Setiap kali kamu mencontek itu sama saja dengan kamu menikam orang tua kamu sendiri dari belakang"
Tidak munafik, aku pun pernah melakukan itu.
Aku pernah ada di 2 posisi itu.
Aku pun pernah begitu teguh memegang prinsipku.
Pernah ada di posisi dibilang idealis, pelit. Mirisnya ketika Ujian Nasional bahkan guru sendiri yang menyuruh muridnya untuk berlaku tidak jujur. Menangis aku saat itu, bimbang, bingung.
Aku pun kalah. Aku nggak mau dibilang egois, aku nggak mau dibilang pelit. Perlahan berlaku tidak jujur menjadi biasa saja untukku.
Kenapa harus peduli dengan perkataan orang lain?
Hari ini menjadi hari pertama untukku membulatkan tekad.
Aku mau jujur.
Saat teman bilang, "onegaishimasu"
Harus tegas bilang "Maaf, Timurni nggak bisa. Jangan tanya Timurni"
Timurni sayang sama mereka dengan cara yang mungkin belum mereka pahami.
Begitupun kalau ada soal yang nggak bisa di jawab. Harus nahan diri. Timurni sayang sama orang tua Timurni. Timurni nggak mau menikam mereka dari belakang.
Timurni akuin rasanya sulit. Duduk di barisan depan yang masih kosong. Aneh. Serasa sendirian.
Allah bersamamu tim .
SEMANGAT.
Makasih untuk 2 orang yang telah memberikan pelajaran kejujuran .
Terus ingetin Timurni yaa.
Karna istiqamah itu sulit.
Ya begitulah, kebaikan itu memang selalu lebih sulit dilakukan dari keburukan .
hhh, tadi lumayan banyak soal yang ngga dijawab.
Tapi rasanya lebih tenang.
Ngga boleh takut sama nilai.
Sejatinya kamu akan mendapatkan apa yang kamu usahakan .
Ketika hasilnya belum maksimal, berarti Allah menginginkan usaha termaksimalmu.
Bandung, 10 januari 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar