![]() |
| google.com |
Kamar yang telah menyaksikan aku menangis .
Menegar-negarkan diri .
Tersenyum .
Aku melihat tumpukan kertas ,
Aku melihat catatan-catatan kecil.
Ya catatan yang kutulis sendiri.
Caraku memotivasi diri.
Berdampingan dengan tempat kutulis mimpi-mimpiku .
Sebuah daftar resolusi.
Disana tergantung kenangan .
Tidak sampai disitu kawan .
Kupandangi tempat buku-bukuku tesimpan .
DIARY .
Tesusun rapi tahun demi tahun .
Perjalanan hidupku .
Sukaku . Dukaku .
Manisku . Pahitku .
Sedihku . Bahagiaku .
Segala rasa yang tumpah ruah lewat goresan tinta .
Tangan ini masih ingin menelusur .
Meraba jejak-jejak sejarah .
Laci ini.
Barang-barang penuh cerita .
Mata masih ingin menyelidik .
Album foto .
Ayah ibuku saat masih lajang .
Jauh sebelum aku terlahir .
Pernikahan mereka .
Cerita cinta mereka .
aku yang masih balita .
Aku kecil.
Hingga aku remaja, beranjak dewasa .
Persahabatan .
Semua terekam dalam potret dua dimensi .
Tiket nonton .
Tiket kereta .
Struk buku-buku .
Kartu ujian .
Pinus .
Pas foto .
Gelang .
Arloji .
Kartu undangan .
Surat .
Ah, masih banyak .
Rupanya aku suka sekali menyimpan "kenangan" .
Mendadak aku tak tau apa yang kurasa .
Inikah kenangan?
Sesuatu yang membangkitkan kerinduan ?
Lalu jika menyesakkan mengapa harus disimpan?
Seragam penuh coretan .
Kostum club atau kaos ekskul .
Kostum tari .
Piagam penghargaan .
Sertifikat .
Kenangan,
Seindah apapun kau....
Semanis apapun kau....
Mengapa seperti ini rasanya?
Inikah pertanda bahwa dunia ini sementara .
Akan ada kekekalan disana .
Masa dimana kepedihan akan tetap menjadi kepedihan .
Dan kebahagian tak pernah berganti .
Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang beruntung .
Kinyoubi .
23032012 .
Untuk sekian kali. Dinding-dinding kamar ini menjadi saksi .
Bisakah kuucapkan selamat tinggal padamu,
Wahai tuan KENANGAN?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar