Jumat, 08 Juni 2012

Tentang Aku, Hujan, dan Petrichor

google.com
Hooaamm . .
Selamat pagi dunia. Wah hujan ! Aku suka hujan. Eh salah, gak sukaaa >.<
tapi cintaa :)
Yup biar saya perjelas C.I.N.T.A.
Seperti biasa, selalu ada syukur yang menyelinap dalam hati saat hujan turun. Terima kasih Allah :')


*******
 #quote of the day
"SELALU ADA PELANGI SETELAH HUJAN TURUN"





Wangi petrichor

sender : Jambul
+6285717651xxx
Received:
11 :27:36
today


Hummpp . . .
*ngambil napas.
Senyawa yg dikeluarkan tanah, rumput, yg dibwa angin ^^
inget yg ini ga
"di dalam hujan ada lagu yg hanya bisa didgar oleh mreka yg rindu"
hujan jug bsa mbngkitkan ingatan masa lalu :)

to: Jambul
+6285717651xxx
sent :
11 :32:00 today


bukannya dari bakteri yg diatas tanah y???

Received:
11 : 34 : 57


*******

dari pesan singkat itulah muncul pikiran
"kayaknya belum pernah bikin tulisan tentang hujan deh" --a

Thanks buat inspirasinya ^o^


Jadi apa itu Petrichor?
Petrichor itu wangi khas saat hujan turun. Kalau kau mengaku jatuh cinta dengan hujan, maka kau pasti akan mengenalinya.
*aku si biasa menyebutnya bau tanah, haha tak taulah samakah dengan bau nenek nenek aki aki ? :p


Pagi ini tumben tumbenan cuma keluar kamar mastiin kalau suara yang mengetuk-ngetuk atap rumah benar-benar sebiji, ups ralat berbiji biji makhluk bernama hujan.
Setelah memastikan, masuk kamar lagi deh.
Padahal biasanya ritual rutin dikala hujan terjun adalah buka tirai lebar lebar. Mantengin hujan dari balik layar yang akrab disapa JENDELA . *jadi inget pelem Rumah Tanpa Jendela smalem :D
. Bersyukurlah bagi kalian . Jaga jendela kalian baik2 !

Nah pas ada sms (itu udah siang loh, padahal hujan turun dari pagi) baru deh buka jendela. Huummpp . . Wangi petrichor kemudian menyeruak memasuki kamar.
Inget sifat udara yang bunyinya "UDARA MENEMPATI RUANG" *Sok cinta pisika :p


Eh mau tau ga? mau tau gak?
Dari kecil aku udah suka hujan loh . .
*sekedar info .
Yup, sejak batita. Sebelum memasuki usia sekolah. Kata mamah, aku selalu main hujan-hujanan dan gak mau berenti sebelum hujannya berenti juga. Hm kecuali udah bener-bener menggigil.
SD kalau hujan turun pun langsung lari ke jendela untuk menatapnya.
Bahkan sekarang, memandang rintik itu dari balik kaca angkot pas brangkat ato pulang sekolah menjadi kenikmatan tersendiri .

Aku suka mendengarkan bunyi gemerincing mereka di atas atap.
Kapan pun mereka bertamu, aku tak pernah menganggap mereka tamu tak diundang.
Aku suka menatap lingkaran lingkaran air di atas air .
Aku suka memejamkan mata untuk mendengarkan nyanyian hujan lekat-lekat.
Menimbulkan nada tersendiri.
Nada yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu.
Nada yang mampu meresonansi ingatan masa lalu.

Dan hujan selalu memberi inspirasi.
Lalu saya mulai menulis. Menulis apapun yang saya suka.

Sebelum menulis, ada kebiasaan yang sering kali muncul, yaitu bermain main dengan pikiran.
Kali ini tentang kehidupan.

Teringat kata Reza Syahputra
"Hidup yang bener itu yang kayak anak kecil. Tertawa bener bener tertawa. Nangis bener-bener nangis"
*gitu bukan ja? Agak sedikit lupa gw. Haha

Seharusnya memang demikian. Bukan menangis dalam tawa. Atau tertawa dalam tangis.

Semakin dewasa semakin penuh kepura puraan.
Semakin merasa dirinya tegar, nyatanya rapuh.

Sok kuat, padahal sangat membutuhkan pertolongan.

Kenapa harus malu menangis? Kenapa gentar dengan kata cengeng?
Kenapa harus ada tawa yang terbelenggu?
Dan kenapa harus ada kenapa?

Lepaskanlah kawaan . . Biarkan ia bebas.
Lakukan selagi masih bisa digenggam .

Aku mulai memejamkan mata, dalam hangat nafas petrichor aku berdoa .



#Hoshiko Eastny (Panah Bintang) yang selalu mencintai Aozora (Langit Biru)

Nichiyoubi, 27022011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar