Selasa, 05 Juni 2012

Biar kuberitahu SAHABAT itu seperti apa

Ini kisah tentang mereka . Mereka yang membuatku percaya bahwa SAHABAT SEJATI itu benar-benar ada .
Mereka yang mengajariku bagaimana cara bersahabat .

Mereka yang mengajariku cinta dan nurani .
Bahwa CINTA  adalah kata kerja bukan kata sifat .
Bukan dicintai tapi mencintai .


Kita lihat UMAR .
Ketika dia mengatakan "Ya Rasulullah , aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri"
Kemudian Rasulullah menjawab , "tidak Umar. Kau harus mencintaiku melebihi dirimu sendiri "

Tak perlu menunggu berjam jam . Berhari hari . Dengan seketika Umar mengatakan
"ya Rasulullah , aku mencintaimu melebihi apapun di dunia ini"
Ya, seperti yang dikatakan Salim A.Fillah dalam bukunya 'Jalan Cinta Para Pejuang' .
CINTA adalah KATA KERJA .

Lalu kita pernahkah mendahulukan sahabat kita daripada diri sendiri?
Kita ? Sejauh mana rasa cinta untuk sahabat itu ada?


Lalu ALI ibn Abi Thalib
Dia yang rela memposisikan jiwanya dalam status awas .
Dia yang dengan suka hati mau menggantikan Rasulullah dengan menempati tempat tidurnya saat musuh tengah mengejar .
NYAWA kawan ! Nyawa yang ia korbankan .
Lalu kita? Pengorbanan apa yang pernah kita berikan untuk sahabat terkasih?



ABU BAKAR
Ah, alangkah inginnya menjadi seperti Abu Bakar . Menjadi sahabat yang paling mengerti Rasulullah .
Ya aku ingin seperti itu. Dengan melihat mata yang berbinar aku tau bahwa seseorang tengah bahagia. Aku tau ketika seseorang tengah dirundung duka.
Subhanallah , alangkah pekanya hati Abu Bakar itu .
Saat turun surat An Nashr
"Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan , dan engkau lihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepadaNya . Sesungguhnya Ia adalah Maha Penerima Taubat"


Ketika yang lain merasa senang mendengar itu , Abu bakar malah larut dalam kesedihan yang dalam.
Kenapa ? Karna ia tahu bahwa orang yang dikasihinya tak lama lagi akan meninggalkan dunia . Iya kawan, hanya dia yang tahu .
Lalu kita? Sudah seberapa tajam kepekaan kita?


Seperti itulah SAHABAT .
Menebas ego .
Mencintai sepenuh hati .
Memahami .






Bandung, 5 Juni 2012
yang masih belajar
Timurni