Sabtu, 09 Juni 2012

Kak Laisa

cover novelnya
Selesai juga baca buku Bidadari-Bidadari Surga . 2x baca juga udah kelar si kalo novel mah :p
cuma sempet tertunda bacanya -___-


Di novel karya Tere Liye ini gue suka sama tokoh kak Lais .
Beda jauh banget sama gue yang pernah bikin adek "kegledag" (bahasa Indonesia yang baik dan benarnya apa si?) pas dianya lagi belajar jalan .
Gue yang sering marahin adek gue .
Suka pasang tampang jutek . Judes banget ke adek sendiri jugaan .
Gue yang ngga peduli adek gue mau pulang jam berapa atau udah makan belom .
Gue yang malesin jawab pertanyaan sepupu-sepupu seputar kenapa ini begini? kenapa ini begitu? dan kenapa kenapa lainnya yang rasanya tak berujung .


Ah, selama ini gue gagal jadi kakak yang baik buat mereka .
Tidak . Tidak akan pernah ada kata terlambat selama nafas ini masih berhembus .
Tuhan .. izinkan aku .
izinkan aku memperbaiki tabiat masa laluku.
Izinkan aku bermetamorfosis dari anak nakal menjadi gadis manis .
menjadi teladan bagi adik-adiknya .
Ya Rahman yang Maha Kasih izinkan aku mengasihi mereka seperti kak Laisa mengasihi adik-adiknya .
Izinkan aku menjadi kakak yang selalu mereka rindukan .
Izinkan ya Rabb..


Ini kak Lais .
Seorang kakak. Teladan yang baik .
Yang selalu mengajarkan kebaikan dengan contoh .
Bangun dan shalat malam .
Menceritakan kisah-kisah teladan selepas shalat subuh .

Kak Lais
"Hanya kakak yang boleh sakit . Hanya kakak yang boleh malu" . Tidak adik-adiknya .
Kak Lais yang tidak pernah terlambat sedetikpun untuk adik-adiknya .
Kak Lais yang tak pernah mau menangis dan terlihat kesakitan di depan adik-adiknya .
Kak Lais yang rela putus sekolah bahkan rela menukar nyawa demi adik-adiknya .


Kalian tau?
Delimunte, Wibisana , Ikanuri, dan Yashinta itu bukan adik kandung Lais.
Meski Laisa berbeda . .
Kontras sekali dengan adiknya yang tampan. Dan Yash yang bagai bidadari .
Tapi kak Laisa?
Ia pendek, gendut, hitam, gigi tak rapi, rambut gimbal .
Tidak ada yang mau menikah dengannya .


Namun pernahkah ia memikirkan dirinya sendiri? TIDAK kawan , TIDAK !
Ia ikhlas menjalani setiap detik kehidupannya .
"Tak terbatas keterbatasan "


Ah aku jadi berpikir . Jika aku ada di posisi Laisa .
jika fisikku seburuk rupa itu . Adakah yang mau mendekat?
Ketika bukan mata yang melihat cinta juga ketulusan . Adakah? Atau semua pergi? Kian menjauh dan raib . Lalu kesendirian pun menyepi sunyi .


Kak Lais . .
Pasti sekarng dirimu telah menjadi bidadari surga yang cantik jelita ditemani pangerannya .
Ah, kau lebih dicintai oleh penduduk langit rupanya .
Allah begitu menyayangimu ka Lais. Tidak di bumi, tapi pageranmu telah dipersiapkan di surgaNya .
Tentu tak ada lagi keterbatasan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar