![]() |
| google.com |
Aku rasa aku tak akan bisa berkata
“Ini terakhir gw nangis”
Pagi ini untuk entah keberapa kali aku melanggarnya. Hmm inget penggalan kisah waktu baca Twilight saga . Di Breaking Dawn kalo ngga salah mah . Pokoknya pas awal-awal Bella jadi vampire . Dia ngerasain ngga bisa nangis . Dan waktu itu dia kangen jadi manusia .
Satu hal yang aku sadari dari situ AKU MANUSIA . Dan aku akan menikmati saat titik-titik itu jatuh . Sekali lagi, aku bukan vampire.
Pagi ini Teh Selly ngajak jalan-jalan keluar menghirup udara pagi .
Kita bertiga (Timurni , Mba Yus, The Selly) akhirnya milih tempat di depan Gymnasium sambil mandangin stadion . Duduk di pager besi gitu . Ada 1 akhwat yang pernah bilang gini
“Kalo lagi pengen sendirian aku selalu kesini . Pagi atau sore. “
Dan ternyata rasanya memang nikmat. Padahal cuma tempat yang sederhana .
Coklat lapangan, hijau rumput, biru langit, dan kabut itu menjadi degradasi yang indah .
Aku mulai memejamkan mata . Kali ini membiarkan rasa hangat mengalir di pipi. Teringat juga penggalan dari 5 cm
“kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya , tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas”Aku belajar dari kumpulan burung yang menari nari di atas sana . Kicauan mereka pagi ini adalah tasbih . Pohon juga ranting di depan mata ini pun tak sekedar berdiri dalam diam . Jangkrik yang bersahut-sahutan adalah asmaNya .
Ya Rabbi, ini nyata !
Pelajaran itu sungguh ada dimana saja. Lebih banyak dari bangku kuliah . Lebih banyak dari buku pelajaran . Alam ini penuh coretan tinta . Universitas Kehidupan . Dengan predikat apa ya aku lulus dari sini?
Membenarkan kata Teh Selly.. Jarang sekali orang menyempatkan diri dari segala rutinitas pagi sampai malam hanya untuk menikmati alam . Memandang langit dan bintang . Padahal itu mampu melepas penat .
Mungkin mereka pikir hal semacam ini akan membuang waktu mereka . Padahal kita butuh dekat dengan alam . Terima kasih untuk kesempatan ini :’)
Kami juga bahas tentang sakit ( eh kami? Engga sih gwnya cuma jadi pendengar aja . Ha iya ya kayaknya emang beneran diem aja deh selama nikmatin kurang lebih 1 jam disitu. )
Yaampuun Timurni baru tau kalo sakitnya kang (sebut saja dia Mawar *loh?) dan Teh Marwan (ehhh *ngaco) cukup parah .
Innalillah . Tapi mereka tetap semangat . Tetap memberikan senyuman . Memberi semangat ke orang lain . (Kaaa.. Gw juga mau lo kayak gitu . SEMANGAT ^^ )
“NGGA PEDULI SEBERAPA KECIL HARAPAN BUAT SEMBUH . YANG PENTING USAHA BUAT SEMBUH”
Timurni salut sama usahanya . Orang-orang hebat . Tetap berjihad mengobarkan ghirah . Mereka tetap ada di jalan ini . Membuktikan dakwah harus tetap menyala dalam keadaan apapun .
Ah, malu rasanya . Diri ini yang bermodalkan sehat , apa yang sudah diberikan?
Oh iya Kang Mawar (udah ya biarin itu aja namanyaa . suka-suka yang ngetik lah yaaa -,- ) awalnya ngga nyangka. Padahal kan beliau sehat-sehat aja .
Timurni inget cerita 1 litre of tears . Ibunya Aya bilang
“Kenapa anak saya yang sakit? Padahal saya selalu memperhatikan kebutuhan gizinya . Sedangkan ada ibu yang mengabaikan anaknya . Ada anak yang makanannya tak terkontrol” (lupa si gimana persisnya. Intinya gitu )
Ya. sakit bisa menimpa siapa saja . Orang baik atau orang jahat . Kecil dewasa . Apapun agamanya . Bagaimanapun keturunannya .
Kita sama-sama tidak tau berapa banyak waktu yang tersisa . Itu sebabnya tugas kita hanya MENGUSAHAKAN YANG TERBAIK. Sekalipun tau besok kiamat . Waktu nemu bibit ya tanem aja .
SEMANGAT ! SEMANGAT buat kita semua .
Kita ada di dunia ini buat BERJUANG kan? Sampe waktu istirahat itu datang.
Bandung, 6 Agustus 2012
17 Ramadhan 1433 H
Wahai pejuang tersenyumlah ~


ini mah tulus, dari beberapa bulan lalu follow blog dirimu, kayaknya ini tulisan paling keren! serius.
BalasHapusIni muji apa nyindir gung -__-
Hapusmuji lah...
Hapus