![]() |
| google.com |
Ta'aruf sering diartikan "perkenalan", kalau dihubungkan dengan pernikahan maka ta'aruf adalah proses saling mengenal antara calon laki2 dan perempuan sebelum proses khitbah dan pernikahan .
Pada tahapan ini setiap calon pasangan dapat saling mengukur diri, cocok nggak ya dengan dirinya . Lalu, apa dong yang mesti diungkapkan kepada sang calon saat ta'aruf?
check this out ;)
1.KEADAAN KELUARGA
Jelasin tentang anggota keluarga masing-masing . Misalnya berapa jumlah saudara, anak keberapa, sampai dimana tingkat pendidikannya, pekerjaan , dan apa saja yang diperlukan.
2. HARAPAN DAN PRINSIP HIDUP
Warna kehidupan kelak ditentukan dengan visi misi suatu keluarga lho, terutama sang suami .
Misalnya nih
"Jika kau menjadi istriku nanti, harapanku semoga kita semakin dekat kepada Allah"
Atau
"Jika kau menjadi istriku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah"
Kalo harapan dan janjinya seperti tadi , boleh diterima tuh. InsyaAllah janjinya disaksikan Allah dan para malaikat .
3. KESUKAAN dan YANG TIDAK DISUKAI
Dari awal sebaiknya dijelasin apa yang disukai atau apa yang kurang disuka, hingga nanti pada saat telah menjalani kehidupan rumah tangga bisa saling memahami dan mengerti .
Misalnya, istri yang suka masakan pedas sekali-kali masaknya jangan terlalu pedas, karena suaminya kurang suka.
Suami yang emang hobinya berantakin rumah, setelah menikah mungkin bisa belajar lebih rapi.
Semua akan terasa lebih mudah dilakukan karena telah dijelaskan saat ta'aruf .
Namun harus diingat, menikah itu bukan untuk mengubah pasangan loh..
tapi juga bukan bersikap masa bodo seolah-olah belum menikah .
Perubahan sikap dan kepribadiaan dalam tingkat tertentu wajar saja kan?
Dan juga hendaknya perubahan yang terjadi adalah natural, tidak saling memaksa .
4. KETAKWAAN CALON PASANGAN
Apa yang terpenting saat ta'aruf? Yup, bagaimana nilai ketakwaan .
Caranya adalah tanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, misalnya kerabat dekat, tetangga dekat, atau sahabatnya tentang ketaatan doi menjalankan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar .
Misalnya shalat wajib, puasa di bulan Ramadhan, atau bagaimana sikapnya kepada tetangga or orang yang lebih tua .
Apalagi jika si dia melakukan ibadah sunnah, waaaahh yang begini ini nih
"CALON KESAYANGAN ALLAH DAN MERTUA" :D
Biar bagaimana pun, ta'aruf hanyalah proses mengenal, belum ada ikatan untuk kelak pasti akan menikah.
Kecuali kalau sudah masuk proses yang namanya khitbah .
Nah kadang jadi "penyakit" nih karena alasan "kan masih mau ta'aruf dulu..."
Ta'aruf kog banyak banget , sana sini dita'arufin .
Lantas setelah itu malah jadi bingung sendiri
"yang mana ya yang mau diajak nikah, kok sana sini ada kurangnya?"
Kalau mau cari yang mulia seperti Khadijah, setakwa Aisyah atau setabah Fatimah az-Zahra. Pertanyaannya apakah diri ini pun sesempurna Rasulullah saw. Atau seshaleh Ali bin Abi Thalib r.a?
Musolah FPBS .
10.20 A.M
Lagi nunggu bunpou -,-
Sumber : buku 'sapa cinta dari negeri sakura'
Karya Abu Aufa


Tidak ada komentar:
Posting Komentar