Jumat, 17 Agustus 2012

Surat cinta untuknya

google.com
*terinspirasi dari ta'lim himabaja sore tadi 


Ya Rasulullah tiada yang mampu menandingimu . 
Manusia terbaik sepanjang zaman . 

Aku banyak mendengar dan membaca tentangmu. 
rindu sekali hati ini. Ingin bertemu. Ingin jumpa dengan kekasihNya n.n 


Ya Rasul.. 
Engkau terpelihara dari dosa. Tiket masuk surga sudah ditangan. Tapi lisanmu tak pernah kerontang dari istighfar dan dzikir. Shalat sunah kau dirikan. Shaum. Sedekah. Tak lelah kah engkau? 

Sedangkan kami mendirikan shalat lima waktu tepat waktu saja terasa amat berat. 
Padahal dosa -dosa kami jelas tak terkira banyaknya. 

Wahai kekasih Allah yang begitu lembut hatinya. 
Ingin sekali aku memiliki sosok pangeran sepertimu. 
Mau menyingsingkan lengan baju untuk membantu istri tercinta. 
Tak pernah marah bahkan saat pulang ke rumah dalam keadaan letih dan tak mendapati makanan. 
Hanya sebuah kalimat 
"kalau begitu hari ini aku puasa" yang terucap dari lisanmu tanpa wajah masam sedikitpun. 

Kau memanggil istrimu dengan panggilan mesra. 

Kau tak membangunkan Aisyah saat ia terlelap dalam tidurnya. Kau malah memilih tidur di luar karna takut membuat Ibunda Aisyah terbangun jika mengetuk pintu. 

Kau menjahit bajumu yang telah usang dengan jemarimu sendiri. 

Adakah kiranya pasanganku kelak sepertimu? 


Kau sosok pemimpin yang dirindukan . 
Kehebatanmu diakui bukan hanya oleh kawan tapi juga oleh lawan. 

Oh iya tahukah engkau bahwa namamu menjadi manusia pertama yang berpengaruh di dunia dalam sebuah buku. Mengejutkan sekali karna penulis buku itu bukan beragama Islam . 

Mengapa kau rela hidup susah? 
Mengapa kau mau menggembala kambing. 
Mau berdagang sementara kau bisa minta apa saja yang kau ingin. 

Aku tahu jawabmu 
"aku hanya hambaNya yang ingin bersyukur" 

Sahabatmu Umar ibn Khatab tak sampai hati melihatmu kelaparan. Mendengar bunyi gemelutuk dari kerikil yang kau taruh untuk mengganjal perut kempismu. 

pernahkah kau memerhatikan pakaianmu sendiri? bisa dibilang tak layak pakai. 
Engkau seorang pemimpin yang bisa saja serba mewah. 
Tapi apa? 
Kau tidur hanya beralaskan pelepah kurma . 

Kau begitu memikirkan umat bahkan hingga akhir hayatmu. 
"ummati.. ummati.. Ummati" 

Sedangkan kami umat yang kau sebut-sebut seakan menyumbat telinga menarik selimut. 

Sekedar membaca shalawat untukmu saja "tak sempat" . 
Bukankah itu untuk kebaikan kami sendiri? 
Bukankah justru engkau yang akan memberi syafaat untuk kami di hadapan Rabb Maha Pencipta? 

Begitu besar cintamu pada kami. 
Engkau mencemaskan kami."Bagaimana keadaan umatku sementara aku tiada lagi di dunia?" 
Itukah pertanyaanmu? 

Bagaimana umatmu mengikuti ajaranmu sementara berjumpa saja tidak pernah. 
Itukah yang kau khawatirkan? 
Jangan khawatir. Kami percaya padamu. 
Terima kasih telah menjadi suri teladan bagi kami :') 

Begitu banyak kisah tentangmu. 
Kisah ketika kau menyuapi orang yang menghinamu . 
menjenguk orang yang telah melemparimu dengan kotoran. sangat menyayangi anak-anak. Caramu berjalan, bicara, bercanda. Caramu memperlakukan istrimu. 
Ah, tak pernah habis membicarakan tentangmu. 
Kekaguman ini semakin bertambah, bertambah, dan bertambah lagi. 



Bandung, 080212 

Yang mencintaimu~ 
Timurni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar