Entah keberapa kali aku menulis tentang kematian .
Yang aku tau kematian itu semakin mendekat .
Tanganku masih saja dingin saat membicarakannya.
Air mata pun terus merengek ingin keluar .
Tak munafik aku akui aku takut .
Apalagi ketika tau orang yang kita sayang sakit . Entah itu orang tua atau sahabat .
Ah tapi belum tentu mereka yang pergi duluan .
Tak menutup kemungkinan aku bisa mendahului mereka .
Ya. Aku tak tahu seberapa lama nafas ini mampu berhembus .
Atau orang yang kita cinta tak lagi mampu mendampingi kita .
Aku tahu mereka bukan milikku .
Kelak pemiliknya akan mengambilnya .
Semua titipan . Lalu kenapa harus sedih ketika apa yang tak pernah menjadi milik kita tak lagi ada dalam genggaman ?
Begitupun diri ini. Bukan milik siapa-siapa kecuali Allah yang nyawaku ada dalam genggamannya .
Ketika memang aku harus mendahului yang lain .
Aku harap tak ada yang kehilangan .
Tak ada air mata kesedihan .
Aku harap semua bisa ikhlas dan rela melepasku .
Bukan kawan. Bukan aku tak ingin menjadi siapa-siapa .
Bukan aku tak ingin dikenang .
Tentu saja aku manusia yang tak ingin hidup tanpa manfaat .
Aku manusia yang ingin menjadi seperti lebah . Begitu banyak memberi .
Tentu saja aku manusia yang kehadirannya ingin selalu dirindukan .
Di sisa waktu yang sedikit ini (mungkin) aku ingin melakukan banyak hal dengan dan untuk orang lain .
Terutama dengan orang-orang yang kucinta .
waaa pengen pulang. Udah hampir 2 bulan :(
Hmm ngga ada apa2nya dibanding temen yang cuma bisa pulang setaun sekali .
heii aku bersyukur kuliah di UPI. Ngga begitu jauh ^^
Aaaaa pengen nangis T.T
ayoo tim berikan usaha termaksimalmu .
Buat orang-orang disekelilingmu merasa nyaman dengan keberadaanmu .
Terus senyum dan semangat .
Timurni yang aku kenal dari kecil itu cerewet, baterenya ngga abis-abis. Hahaa
Sampe pernah ditimpuk penghapus ama guru ngaji gara-gara berisik -,-
Berjanjilah untuk ngga pernah redup :') #selftivasi
Yang aku tau kematian itu semakin mendekat .
Tanganku masih saja dingin saat membicarakannya.
Air mata pun terus merengek ingin keluar .
Tak munafik aku akui aku takut .
Apalagi ketika tau orang yang kita sayang sakit . Entah itu orang tua atau sahabat .
Ah tapi belum tentu mereka yang pergi duluan .
Tak menutup kemungkinan aku bisa mendahului mereka .
Ya. Aku tak tahu seberapa lama nafas ini mampu berhembus .
Atau orang yang kita cinta tak lagi mampu mendampingi kita .
Aku tahu mereka bukan milikku .
Kelak pemiliknya akan mengambilnya .
Semua titipan . Lalu kenapa harus sedih ketika apa yang tak pernah menjadi milik kita tak lagi ada dalam genggaman ?
Begitupun diri ini. Bukan milik siapa-siapa kecuali Allah yang nyawaku ada dalam genggamannya .
Ketika memang aku harus mendahului yang lain .
Aku harap tak ada yang kehilangan .
Tak ada air mata kesedihan .
Aku harap semua bisa ikhlas dan rela melepasku .
Bukan kawan. Bukan aku tak ingin menjadi siapa-siapa .
Bukan aku tak ingin dikenang .
Tentu saja aku manusia yang tak ingin hidup tanpa manfaat .
Aku manusia yang ingin menjadi seperti lebah . Begitu banyak memberi .
Tentu saja aku manusia yang kehadirannya ingin selalu dirindukan .
Di sisa waktu yang sedikit ini (mungkin) aku ingin melakukan banyak hal dengan dan untuk orang lain .
Terutama dengan orang-orang yang kucinta .
waaa pengen pulang. Udah hampir 2 bulan :(
Hmm ngga ada apa2nya dibanding temen yang cuma bisa pulang setaun sekali .
heii aku bersyukur kuliah di UPI. Ngga begitu jauh ^^
Aaaaa pengen nangis T.T
ayoo tim berikan usaha termaksimalmu .
Buat orang-orang disekelilingmu merasa nyaman dengan keberadaanmu .
Terus senyum dan semangat .
Timurni yang aku kenal dari kecil itu cerewet, baterenya ngga abis-abis. Hahaa
Sampe pernah ditimpuk penghapus ama guru ngaji gara-gara berisik -,-
Berjanjilah untuk ngga pernah redup :') #selftivasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar