Senin, 28 Mei 2012

Bukan Pendidik Biasa


Salah satu impian saya adalah menjadi pendidik. Entah itu guru ataupun dosen. Sekarang pertanyaannya adalah ingin menjadi pendidik yang seperti apa? Ada pendidik yang hanya memikirkan materi . Mengajar “semau gue” toh udah digaji . Mau murid ngerti atau enggak juga gajinya sama . Ada pendidik yang hanya mentransfer ilmu yang ia miliki, lalu perkara selesai sampai disana . Ada orang yang memilih menjadi pendidik karena merasa kerjanya enak .
Tapi hari ini  aku melihat masih ada pendidik sejati, pendidik luar biasa .


            Dia seorang dosen di Universitas Pendidikan Indonesia. Aku mendapat ceritanya dari seorang kakak tingkat 2010 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar . Cerita ini tentang dosen matematikanya .
Ia seorang yang kata-katanya menyihir . Mungkin karna apa yang disampaikannya benar-benar dari hati . “Apa yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati pula” .

Bayangkan saja ketika sedang ujian . Walaupun ditinggal keluar , para mahasiswanya tetap asik dengan kertasnya masing-masing . Padahal biasanya ketika tidak ada pengawas saat ujian, kelas menjadi ribut karena semua sibuk menyalin jawaban alias mencontek . Tapi ini tidak kawan .
Kenapa? Karna dosen ini begitu kuat menanamkan kejujuran di hati setiap mahasiswanya .
Ia mengatakan seperti ini “Tolong kalian jujur jadi saya bisa bantu kalian . Saya tau bagian mana yang belum kalian ngerti. Saya lebih suka orang yang ketika ujian awal jelek lalu ujian berikutnya meningkat. Daripada mahasiswa yang ujian awal bagus karena tidak jujur lalu ujian berikutnya seperti itu pula. Saya jadi tidak tau bagaimana membantu kalian . Saya tidak tau apa kalian sudah mengerti atau belum .

Lagipula kalau sekarang saja tidak jujur, lalu kelak akan menjadi pendidik seperti apa?