今4年生だった。学生の生活がもうそろそろ終わるの。どうやって日本語の教育学科に入るようにまだ分かんない。スタイルも言語教育芸術学部の学生らしいではなく数学教育科学部らしいかもしれない。今までそのまま生活してしまった。
4 tahun hampir berlalu. Status mahasiswa ini akan segera berakhir. Aku masih belum mengerti bagaimana takdir membawaku memasuki gerbang jurusan pendidikan bahasa Jepang. Dari gaya berpakaianku pun orang lebih sering mengira kalau aku anak FPMIPA bukan FPBS.
Hampir 4 tahun aku menjalaninya dengan biasa saja.
This year is my 4th grade or my last grade at university in shaa Allah. Thats mean my status as university student will be end at soon. Actually, i dont really love japanese at first. So poor !!
Even from my style many people guessing that i'm FPMIPA's student not FPBS. Yeah, nothing special with my life as japanese student, just an ordinary.
Percaya atau tidak, aku baru bisa menikmati kehidupanku sebagai mahasiswa bahasa Jepang sekarang. Tingkat Akhir !!!
Aku mulai jatuh cinta terhadap linguistik bahasa Jepang khususnya. Cinta yang terlambat. Hahaa
Aku sempat dilanda galau tingkat presiden beberapa waktu lalu. Mau kemana aku setelah ini? Apakah aku akan bertahan bersama bahasa Jepang? Salah satu jurusan yang aku taksir di S2 yaitu pedagogik atau pendidikan anak usia dini. Aku sangat suka anak kecil. Dan aku semakin menyadarinya ketika KKN (Kuliah Kerja Nyata) tematik UPI kelompokku mendapat tema PAUD. Dan aku sungguh menikmati saat-saat bersama mereka. Malaikat bertangan mungil generasi penerus bangsa dan estafet agama ini. Tumbuhlah dengan baik nak, jadi orang hebat yang mampu memberikan kontribusi terhadap orang banyak. God bless you :)
Aku juga sempat menyesal tingkat wali kota. Kenapa tidak sejak dulu aku berteman dengan orang Jepang? Kenapa rasa malu (atau mungkin tidak minat) mengekangku begitu kuat? Kenapa tidak sejak dulu aku memiliki keinginan kuat untuk menerbitkan buku bahasa Jepang?
Mungkin karna seringkali manusia menyadari sesuatu ketika waktu yang tersisa semakin sedikit. Sama sepertiku. Aku belum tau kemana lagi takdir akan membawaku. Aku tidak tau apakah hubungan ini akan terus berlanjut (dengan bahasa Jepang). Setidaknya ketika kita tak lagi bersama (aduh bahasa gue) ada kontribusi yang telah aku berikan untukmu. Aku ingin membuat kamus atau buku, aku akan lulus N3 dengan nilai tertinggi Desember nanti, aku akan belajar lebih sungguh-sungguh dari sebelumnya. Dan aku akan lulus dengan predikat cum laude !! Basmallah.. Biidznillah..
Sungguh terlalu sayang melepasmu begitu saja. Segala perjuangan 4 tahun ini, segala peluh yang telah terlewati. Jatuh bangun aku mengejarmu. Berusaha berjalan beriringan sejajar denganmu. Oleh karena itu aku sudah memutuskan untuk S2 di Jepang. Kalaupun harus di Indonesia aku akan kembali mewujudkan impianku dulu "Universitas Indonesia" bukan lagi memilih my beloved chemistry (semacam ex-boyfriend. hha) aku akan memilih humaniora / linguistik. Mengekor pa Sudji :b
Aku selalu memiliki pengajar idola dari dulu jaman TK. Di kampus baru bener-bener nemu sekarang. Aku senang akhirnya menemukan tempat untuk diskusi dan segala macam.
Namun rasa syukurku lebih besar dari apapun. Bertingkat-tingkat.
Aku bersyukur menikah muda tak menghalangiku untuk tetap terus belajar. Anakku kelak berhak terlahir dari seorang ibu yang tak hanya cantik namun cerdas bukan? (yang ini pede banget)
Thanks too much for my husband you always understanding me.
Aku juga selalu ingat pesan mamah untuk boleh berkarya tapi tetap utamakan keluarga. Jadi seorang istri yang baik dan ibu untuk anak-anak nanti. Aku bersyukur memiliki seorang ayah yang tak lelah membesarkan hati putrinya, membuktikan bahwa keterbatasan takkan mampu menghalangi keinginan yang kuat.
Aku bersyukur diberi kesempatan banyak berteman dan berinteraksi dengan orang Jepang. Tak semua jurusan bisa berkesempatan berinteraksi dengan orang asing bukan?
Ini semua membuka mataku akan hamparan bumi Allah yang luas.
Menciptakan 1 mimpi baru untuk berkunjung ke setiap penjuru dunia. Menatap indah kuasaMu ya Illahi Rabbi..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar