水曜日、2012年4月18日
Alhamdulillah sore ini bisa mentoring juga :)
Tapi kali ini kitanya dititipin ke tempat penitipan anak *hah?* sama Teh Umi (bukan nama sebenarnya) . Baiklah sebut saja dia teh Try Kurniyawaty (kalo ini nama yang sebenarnya) :b
Jadi pertama-tama mari berkenalan dengan sang pengasuh .
Namanya Teh Della (bener ngga ya nulis namanya?) . Jurusan pendidikan Biologi FPMIPA UPI 2010 .
Teh Della ceritain tentang temen akhwatnya yang subhanallah banget. (ampe nangis tadi gue dengernya . eh mungkin guenya aja yang kelewat melankolis . Soalnya temen-temen yang laen kagak pada menitikkan air mana dan ngelap ingus . *hueeeks jorse )
ukhti, kami belajar darimu :')
Ukhti, kita memang belum pernah berjumpa . Tapi Allah mempertemukan kita melalui sebuah kisah . Allah mempertemukan kita dalam doa rabitoh.Ya, engkau menginspirasi kami.
Ukhti, darimu kami belajar tentang banyak hal. Kami belajar tentang..
#Hikmah di setiap kejadian
akhwat ini pernah ngga lulus snmptn (sekarang udah jadi mahasiswi FK ) .Selalu ada hikmah di setiap kejadian . Allah tau yang terbaik untukmu .Jadi gini sob, akhwat itu ikut bimbel untuk mengikuti seleksi masuk tahun depan . Nah di kelasnya itu dia dikenal sebagai pribadi luar biasa sampai2 semua cewek di kelas itu yang tadinya nggak pake jilbab tuh jadi pake jilbab . Jadi sering pake rok. Sampe temen-temennya tuh nangis ngerasa beruntung banget kenal dia .
Subhanallah, ia menjadi jalan orang lain untuk mengenalMu . Wahai Yang Maha Cinta, naungilah ia dengan cintaMu :')
#Cukup diam
Ukhti, kau mengajari kami untuk tidak menghina makanan . Suatu ketika temen si akhwat itu nggak mau makan makanannya . Terus dia tanya"kenapa nggak makan?"
"makanannya nggak enak"
Dia marah . (aku pernah dapet materi. Lupa tapinya dari mana T_T . kalo marah itu ada yang diperbolehkan . Marah untuk hal tidak baik)
tapi aku yakin pasti marahnya si akhwat itu anggun deh :)
dia bilang gini
"Rasulullah itu tidak pernah mencela makanan. Kenapa kamu berani mencelanya? Kalau tidak suka maka cukup katakan tidak suka dan diam jangan dlanjutkan"
# Makanan itu, buatku saja
Akhwat ini juga tidak bisa melihat makanan dibuang . Ketika itu sedang ada kegiatan . Nah ada sop buah sama bakar jagung gitu kan . Temennya ngeliat dia nggak makan jagungnya"kenapa nggak makan?"
"saya ngga makan jagung"
Dari situ temennya paham kalo dia ngga suka jagung.
Temen-temennya itu pada nggak diabisin makannya . Mungkin kekenyangan karna sebelumnya udah makan sop buah . Terus jagung yang udah dibuang, sisa-sisanya itu dia makan seolah-olah terlihat dia suka sama jagung.
Temennya yang nanya itu nangis ngeliatnya .
Padahal dia itu orang kaya, orang tuanya dokter tapi mau makan makanan bekas .
Terus waktu temennya mau nyuci tempat bekas sop buah itu . Kan biasanya masih ada sisa-sisa yang nempel ya. Pas temennya mau nyalain keran
"kamu mau ngapain?"
"nyuci ini"
"eh tapi itu masih ada"
dia langsung ngambil gelas dan balik lagi, bilang
"bisa tolong dikesiniin"
dia makan itu di musolah sambil nangis .
Temennya nanya
" kamu kenapa?"
"di luar sana ada yang kelaparan"
waaaa terharuuuuu.. *kipasan*
Di lain cerita ..
Dia bawa roti tawar. Dibagi-bagiin ke temennya . Dianya sampe keabisan .
Kan biasanya ada aja ya orang kalo makan roti dibuangin bagian pinggirnya ngga dimakan . Nah pas itu dia ngeliat ada temennya yang ngga makan pinggiran rotinya
"kenapa ngga dimakan? kan ngga boleh buang-buang makanan "
Tebak apa yang dia lakuin? Dia makan itu.
Dia yang bawa rotinya dan dia cuma makanan pinggiran rotinya .
#selalu ada waktu untuk ibadah
kita seringkali menggunakan waktu sisa untuk ibadah . Tilawah kalo sempet aja . Tapi dia enggak kawan. H-1 menjelang try out disaat yang lain sibuk-sibuknya belajar . Dia sibuk menghafal Al-Quran .Karna dia yakin semuanya terjadi bukan karna kemampuan dia . Betapa sombong kalau kita merasa apa yang kita dapat hanya karna diri kita sendiri . Mungkin ada doa orang lain disitu . Karna rahmat Tuhanmu lah segala sesuatu di dunia ini terjadi . Sama kayak masuk surga, kamu ngga bisa menukarnya dengan ibadah seumur hidup. Kurang bro. Masih jauh banget kurangnya. Masih ringan. apakah semurah itu harga surga?
Kamu ngga pernah tau dari arah mana datangnya rahmat Allah. Jadi ayo lakukan segala aspek dalam kehidupan kita dengan maksimal . Dengan kesungguhan :)
Berhubung udah cukup panjang jadi gue bagi 2 part ya cerita ini
sampai berjumpa di part berikutnya ;)

gtu doank? --"
BalasHapuspelajaran berikutnya --> apa yanh kamu anggap luar biasa belum tentu luar biasa dimata orang lain --" *ngomong ama diri sendiri
BalasHapus